UBB Raih Peringkat 30 Nasional UI GreenMetric 2017

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 28 Desember 2017 20:16 WIB | Diupdate pada 28 Desember 2017 20:16 WIB


HUTAN BUAH-BUAHAN--  Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi (kanan) saling tukar cinderamata dengan Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLH dan Kehutanan Ir Bagus Herudojo Tjiptono, usai mendeklarasikan lahan hutan buah-buahan seluas 10 hektar di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk,  pekan lalu.

MERAWANG, UBB --   Kabar gembira di ujung tahun 2017.  Universitas Bangka Belitung (UBB)  memeroleh peringkat 510 dunia dan 30 nasional  untuk  Universitas Indonesia (UI) GreenMetric di bidang komitmen dan aksi universitas  untuk menuju lingkungan hijau yang berkelanjutan.

“Kebanggaan ini  bukan saja untuk UBB dan alumninya saja. Melainkan juga untuk  masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena penghargaan ini salah satu jalan untuk menjadikan UBB  sebagai universitas  yang dikenal dan diakui di peringkat internasional,” tukas Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi usai menerima laporan Kepala UPT TIK UBB  Ghiri Basuk dan Kepala UBB Press Eddy Jajang J Atmajai,  Kamis (28/12/2017) siang.

UI GreenMetric yang dimulai sejak tahun 2010, merupakan salah satu penilaian untuk merangking universitas tingkat dunia (World University Ranking).  UI GreenMetric ini   sejajar dengan penilaian universitas tingkat dunia lainnya,  seperti THES, WeboMetric dan ARWU.

Penilaian UI GreenMetric mencakup enam kategori.  Yaitu Settting and infrastructure (SI,  tataruang dan infrastuktur kampus),  Energy and Climate Change (EC, Perubahan Iklim dan Energi), Waste (WS, limbah), Water (WR, air), Transportation (TR, transportasi) dan Education (ED, pendidikan).

Di Indonesia, UI GreenMetric diikuti 57 universitas  baik berstatus negeri maupun  swasta yang terkemuka.  Di antaranya UI, ITB, IPB, ITS, Undip, Universitas Airlangga,  Universitas Semarang (Unesa), Unpad,  Unsri,  Unand, Universitas Syahkuala, Universitas Bengkulu,  Universitas Gunadharma, Universitas Pancasila,  Universitas Telkom, Untar dan  Universitas Kristen Petra.

UBB berada di rangking ke 30, atau di atas Unsri (rangking 34), Universitas Jember (rangking 31), Universitas Negeri Surabaya (rangking 32), Universitas Pancasila (rangking 33) dan Universitas Negeri Manado (rangking 37).

“Posisi  UBB dalam  UI GreenMetric ini  berada di tengah-tengah;  dari 57 universitas yang ikutserta.   Kita bangga karena UBB baru  kali pertama ikuserta UI GreenMetric.  Hasilnya pun  cukup mengejutkan; berada di rangking ke 30,” ujar Muh Yusuf.

Rektor mengharapkan pada tahun depan UBB dapat meraih peringkat yang lebih baik diketimbang tahun 2017, karena semua elemen penilaian akan ditingkatkan nilainya dengan dukungan seluruh sivitas akademika UBB.

Rangking satu UI GreenMetric di tingkat nasional, diraih Universitas Indonesia (UI). Disusul IPB (ranking 2),  ITS (rangking 3), Unesa (rangking empat), Universitas Sebelas Maret (rangking 5) dan Universitas Diponegoro (rangking 6).

“Untuk UI GreenMetric peringkat dunia, rangking pertama diraih Wageningen University and Research, Belanda.  Disusul University of Nottingham, Ingris, peringkat kedua,  dan University of California Davis, Amerika Serikat.  Sementara UI berada di peringkat 23 dunia,” ujar Ghiri Basuki.

UI GreenMetric merupakan sistem penilaian yang digagas oleh UI.  Sistem penilaian ini  kemudian dirancang dan disetujui oleh sejumlah universitas di dunia. Untuk kali pertama, pada tahun 2010 UI GreenMetric diikuti 95 universitas dan pada tahun 2017  diikuti 619 universitas di seluruh dunia.

Menjawab pertanyaan apa keuntungan yang akan diperoleh peserta UI GreenMetric, Ghiri mengemukakan bahwa universitas yang ikut sistem penilaian ini maka otomatis menjadi  bagian di dalam universitas dunia yang berkomitmen di dalam isu-isu global.

“Sebagai contoh, dalam konteks  isu yang sedang tren saat ini adalah perubahan iklim dan enegeri baru terbarukan.  Ini ‘kan bermakna UBB kini berada dan bergabung dalam universitas global yang punya komintmen jelas  dan berperan aktif   dalam hal isu-isu global, terutama di bidang  lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Ghiri (Eddy Jajang Jaya Atmaja)


Topik

Kampus_Terpadu_UBB